RSS

Hitam Putih Sejarah Kata ”Diplomasi”

15 Jul

SETIAP KATA biasanya tidak muncul begitu saja. Termasuk kata ”DIPLOMASI” yang merupakan kata paling populer di kalangan diplomat. Jadi, darimana sebenarnya kata itu berasal?

Kata diplomasi konon jauh berawal dari bahasa Yunani yang berarti ”kertas yang dilipat dua”. Kata ini kemudian di-Inggris-kan dengan arti yang merujuk pada bahasa Latinnya, yaitu ”kertas kenegaraan atau dokumen resmi yang memberikan sejumlah privilege. Kata tersebut digunakan karena sebelum amplop ditemukan surat penting kenegaraan biasanya dilipat dan disegel untuk menjaga kerahasiaannya.

Penggunaan kata ”diploma” kemudian berkembang untuk menggambarkan selembar kertas untuk pemberian gelar akademik maupun kualifikasi profesional. Walaupun saat ini kertas tersebut lebih umum diberikan dalam kondisi tergulung dengan diikat pita ketimbang berupa kertas yang dilipat.

Kata diploma yang lain merujuk pada proses transfer dokumen kenegaraan. Dalam bahasa Inggris, kata ”diplomatic” merujuk pada dokumen-dokumen asli kenegaraan tersebut atau pada proses penguraian dokumen kenegaraan kuno.

Pada zaman kekaisaran Romawi, kata diplomasi digunakan untuk menggambarkan perjalanan pengiriman dokumen resmi yang diberi stempel dua buah piring metal (mirip dengan penggunaan perangko seperti saat ini). Surat tersebut diberikan Kerajaan Romawi kepada para pedagang agar bisa melintasi pos-pos tentara Romawi. Surat tersebut bernama ”Diploma”. Belakangan orang yang membawa surat tersebut disebut ”diplomat”.

Untuk mencegah pemalsuan Diploma, dibangunlah kantor-kantor perwakilan yang disebut ”resdiplomatica”. Kantor perwakilan itu saat ini kita kenal dengan ”kedutaan besar”.

Pada abad ke-18 kata ”corps diplomatique”digunakan di Perancis yang berarti proses pengiriman surat kenegaraan dalam hubungan antar negara (hubungan internasional). Namun kata itu pada akhirnya malah merujuk kepada orang yang melakukan aktifitas pengiriman surat penting antar negara tersebut.

Seorang penulis dan politisi Inggris, Edmund Burke, pada tahun 1796 kemudian memperkenalkan kata ”diplomacy”. Namun kata diplomasi yang digunakan Burke tersebut lekat dengan citra negatif, “The only excuse for all our mendicant diplomacy is … that it has been founded on absolute necessity”.

Jauh sebelumnya, aktifitas yang melekat pada duta besar erat dengan citra negative. Hal tersebut terlihat dari ungkapan seorang penulis dan diplomat kawakan Inggris pada abad ke-16 Sir Henry Wotton, ” An ambassador is an honest man sent to lie abroad for the good of his country.”

Bahkan pada tahun 1870 Encyclopaedia Britannica mengartikan kata diplomasi, “What we know of diplomacy was long regarded … partly as a kind of activity morally somewhat suspect”.

Kata diplomatik kemudian terus berevolusi hingga akhirnya diplomat dikenal sebagai orang yang bernegosiasi dalam sebuah perjanjian. Diplomat yang baik berarti diplomat yang memiliki keahlian bernegosiasi.

Isaac Goldberg, seorang wartawan kawakan Amerika Serikat  pada awal abad ke-20 menulis, “Diplomacy is to do and say / The nastiest thing in the nicest way”.

Sumber:

World Wide Words, Michael Quinion, 1996–2010

Bekerja Sebagai Diplomat, Luciana Rumintang, Esensi, 2008

 
Leave a comment

Posted by on 15 July 2010 in Diplomatologi

 

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: