RSS

148 Calon Diplomat Gali Potensi Markisa Gowa

01 Aug

GOWA, BKM–148 calon diplomat RI untuk negara luar selama sehari berada di Kabupaten Gowa. Keberadaan mahasiswa Sekolah Dinas Luar Negeri (Sekdilu) Pusdiklat Kementerian Luar Negeri Angkatan 35 itu disambut Wakil Bupati Gowa, H Abd Razak Badjidu, Selasa (27/7) di Baruga Krg Galesong kantor Bupati Gowa. Para mahasiswa Sekdilu langsung menuju Malino sebagai pusat pengembangan tanaman buah markisa dan hortikultura.

Sasaran Studi Widyakarya menurut Direktur Sekdilu Pusdiklat Kementerian LN RI, Ben Perkasa Drajat selaku pimpinan rombongan, untuk menambah wawasan mahasiswa calon diplomat lulusan S1 dan S2 dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia termasuk Sulsel. Mereka melihat potensi Gowa di bidang pertanian, agro industri, perkebunan dan pariwisata, terutama produk andalan yakni buah markisa.

Razak Badjidu menyempatkan diri menitip pesan kepada rombongan calon diplomat agar dapat membantu Pemkab Gowa mempromosikan potensi yang dimiliki daerah.
Razak juga berharap agar tahun depan, di antara mahasiswa calon diplomat tersebut ada putra Gowa. Karena itu, tambah wabup, pemkab terus melakukan peningkatan mutu generasi dengan berbagai program.


sumber: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=44411

 
1 Comment

Posted by on 1 August 2010 in Sekdilutivities

 

Tags: , , , , , , ,

One response to “148 Calon Diplomat Gali Potensi Markisa Gowa

  1. yeni

    10 March 2011 at 22:00

    Like this info……
    Gowa khususnya malino dan daerah sekitarnya memiliki potensi yg sangat besar untuk agrowisata, agrobisnis dan agroindustri yg sangat besar dan dapat menyumbang pendapatan daerah terbesar apabila hal ini dilakukan. Tapi mohon agar tidak begitu mengeksploitasi kawasan alam malino karna akan merusak alam dan iklim disana perlahan sudah mulai berubah akibat dibukanya lahan hutan sebagai filla n rumah buat kaum elite n warga asli tidak begitu diperhatikan tingkat kehidupannya, jangan sampai terjadi kebocoran daerah n terjadi tingkat kemiskinan didaerah yg kaya akan hasil pertanian ini.
    saran… hendaknya penilitin n akademisi melakukan riset mengenai bagaimana agroindustri yg ada digowa dapat dikelolah didaerah setempat dri hulu kehilir, bagaimana menciptakan UKM mandiri n menciptakan produk yg hanya terdapat didaerah ini (likes joger only in bali), sehingga tidak merugikan dan petani petani n warga setempat jg mendapat nilai tambah.
    Salam Hormat;
    Yenni
    (Warga Bulu’tana, Kec. Tinggi Moncong Malino, Gowa “KelBes Dg Naba” n Mahasiswa Pasca IPB BOGOR)

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: