RSS

Ping Pong Diplomacy

02 Aug

Oleh: Shohib Masykur

TENTANG PERAN ‘orang-orang kecil’ dalam diplomasi dan bagaimana berbagai peristiwa kebetulan turut menentukan jalannya sejarah.

Dilihat dari sudut pandang ping pong, seluruh manusia di dunia ini bisa digolongkan ke dalam 4 macam:

Pertama, orang yang tidak suka sama sekali bermain ping pong. Orang-orang ini bisa jadi tidak pernah sekalipun seumur hidupnya memegang bola ping pong, bet, maupun net. Atau jika pun pernah, mereka melakukannya secara sambil lalu. Mirip orang yang pernah lewat di daerah tertentu namun segera lupa dan tak pernah mengingat-ingatnya lagi serta tak ada keinginan untuk melewatinya kembali.

Kedua, orang yang menganggap ping pong tak lebih dari sekedar keisengan di waktu senggang. Orang ini kadang bermain ping pong, namun mereka melakukannya jika dan hanya jika mereka punya waktu luang dan tidak ada kegiatan lain yang bisa dilakukan. Mereka tidak terlalu menikmatinya dan tidak memiliki keinginan kuat untuk melakukannya di lain waktu.

Ketiga, orang yang menjadikan ping pong sebagai hobi. Orang-orang ini menikmati bermain ping pong dan melakukannya secara rutin. Ada rasa kangen ketika mereka berpisah dari bola ping pong dan bet dalam waktu yang lama.

Keempat, orang yang jalan hidupnya adalah ping pong. Bagi mereka, ping pong bukan sekedar permainan, olah raga, ataupun hobi, tapi merupakan bentuk komitmen yang membuahkan prestasi, ketenaran, dan kegemilangan. Ma Long dan Ma Lin, dua pemain top dunia dari China, termasuk kategori ini. Demikian pula dengan Zhuang Zedong, pemain ping pong terbaik sepanjang masa dari China yang menjadi salah satu tokoh sentral dalam Ping Pong Diplomacy (1971), peristiwa monumental yang menjadi simbol mencairnya ketegangan antara Amerika Serikat dan China. Tulisan ini adalah cerita tentang Zhuang beserta kawan-kawannya dan bagaimana berbagai peristiwa kebetulan seputar kronik monumental itu turut menentukan jalannya sejarah dan mengubah konstelasi geopolitik dunia.

Konteks Geopolitik Ping Pong Diplomacy

Perang Dingin adalah kata kuncinya. Saat itu dasawarsa 1960-an. Ketegangan antara Amerika Serikat sebagai kampium kapitalisme dan demokrasi liberal dengan Uni Soviet sebagai punggawa komunisme tengah mencapai titik puncak. Di bawah naungan payung realisme yang mendewakan balance of power, keduanya saling berebut pengaruh di berbagai belahan dunia. Di Asia, Amerika antara lain berteman dengan Jepang, Filipina, Korea Selatan, Taiwan, dan Vietnam Selatan sebagai sekutu. Sementara Rusia antara lain berteman dengan Korea Utara dan Vietnam Utara.

Kebijakan utama AS, yang dikeluarkan oleh Presiden Harry S. Truman dan dikenal sebagai Doktrin Truman, adalah mengepung komunisme (containment policy) dalam rangka mengatasi pengaruh Soviet. Di beberapa negara, perebutan pengaruh liberalisme AS versus komunisme Soviet itu tampil dalam bentuk telanjang berupa perang internal. Korea, Vietnam, dan Kamboja. Ketiga negara ini terbelah karena urusan ideologi.

Perebutan pengaruh itu terus bereskalasi hingga terjadi perubahan drastis pada tahun 1969 saat Richard Nixon terpilih menjadi Presiden AS yang ke 37. Nixon yang dibantu oleh penasehatnya, Henry Kissingers, mengambil kebijakan détente (peredaan ketegangan) dengan Soviet yang kala itu dipimpin Lionid Brezhnev. Salah satu bentuknya adalah kesepakatan kedua belah pihak untuk membatasi kepemilikan hulu ledak nuklir. Meski demikian, bukan berarti konflik telah selesai. Perebutan pengaruh tetap terjadi meski dengan level dan pola yang berbeda. Dalam konteks seperti itulah Nixon melancarkan kebijakan mendekati China.

bersambung….

 
Leave a comment

Posted by on 2 August 2010 in Diplomatologi

 

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: