RSS

30 Days, 30 Recipes…

13 Aug

Oleh: Maria Kusumanegari

“The culinary art follows diplomacy and every prime minister is its tributary”

Antonin Carême (Marie-Antoine Carême) [1783-1833]


Diplomat memasak? Why not! Ada dua alasan yang bisa saya ajukan disini.

Pertama, makanan mulai akrab digunakan sebagai salah satu sarana diplomasi budaya seperti halnya musik, film, ataupun olahraga. Alasannya sederhana, makanan sangat mudah melekat dalam benak masyaratat. Misalnya ketika menikmati Tom Yam, kita langsung teringat Thailand, atau teringat Italia ketika mencicipi Spaghetti.

Dalam praktek jamuan diplomatik, kebanyakan memang disajikan menu konvensional yang identik dengan olahan khas barat. Namun ada pula yang menyajikan makanan khas suatu negara untuk mendukung kesuksesan misi diplomasi khususnya di bidang diplomasi budaya. Seorang diplomat yang baik memang tidak perlu menjadi chef handal, namun perlu mengenal kekayaan kuliner negaranya ataupun negara lain, dan pengalaman memasak akan mendekatkan kita pada kekayaan kuliner ini.

Kedua, memasak sendiri jauh lebih murah. Mengingat perbandingan gaji dan biaya hidup yang (terkadang di beberapa negara) tidak seimbang, maka perlu sedikit kecerdikan dalam menyikapinya. Belum lagi kemungkinan kondisi makanan setempat yang sulit diadaptasi lidah Indonesia. Maka memasak sendiri tentu menjadi salah satu survival alternative. Well, who knows?

Pada dasarnya memasak itu mudah, meskipun perlu waktu. Kuncinya adalah kita perlu tahu rasa dasar bumbu dan bahan yang akan digunakan dan rasa standar makanan yang akan dimasak.

Berbeda dengan membuat kue, dalam memasak makanan kita akan sulit menentukan takaran yang benar-benar pas untuk paduan bumbunya. Selera pribadi biasanya menjadi faktor penentu disini, tapi justru hal inilah yang membuat setiap pengalaman memasak adalah pengalaman pertama yang menyajikan kesenangan yang berbeda-beda. Trust me; it is also one good therapy to release negative energy.

Ide Itu…

“30 Days.. 30 Recipes” adalah proyek personal saya selama bulan puasa tahun ini. Sedikit terinspirasi dari salah satu film favorit saya, “Julia & Julia”. Namun tentunya dengan kondisi yang agak berbeda karena saya tidak menggunakan buku sekeren milik Julia Child untuk pedoman memasak.

Semuanya berawal dari ide teman sekamar saya untuk membuat kegiatan Sahur bersama tiap paginya untuk sejumlah teman di asrama, dengan saya sebagai tukang masaknya. Bagi saya, tawaran sangat sulit ditolak karena saya berkesempatan mencoba berbagai resep baru. Saya pun menerima tawaran itu dan berkomitmen untuk memasak 30 resep yang berbeda untuk sahur setiap harinya. Dengan budget Rp.5.000/orang, kriteria resep yang saya pilih adalah resep yang mudah, variatif, namun tetap enak dinikmati saat subuh.

Apapun itu, dengan senang hati saya akan membagi resep-resep sederhana saya disini.

One last thing, of all ingredients, the most important that makes your cooking taste better is to share it with people you love.

Selamat mencoba dan semoga berguna!  🙂

===========================================================

1st day…

===========================================================

SUP SAYUR


Bahan dan Bumbu

–          Wortel

–          Brokoli

–          Makaroni

–          Sosis Ayam

–          Tomat

–          Bawang Putih

–          Bawang Merah

–          Garam

–          Merica Bubuk

–          Gula

–          Kaldu Ayam/Sapi atau Bumbu Kaldu Instan

–          Daun Bawang dan Seledri (dirajang kecil-kecil)

Cara Membuat

  1. Potong wortel, brokoli, sosis ayam dan tomat dengan bentuk sesuai selera. Rendam makaroni dengan air, sisihkan. Sebaiknya potongan wortel jangan terlalu tipis dan potongan brokoli tetap mempertahankan bentuk aslinya supaya tidak mudah hancur saat dimasak.
  2. Buat air kaldu. Bisa dengan merebus daging/potongan tulang sampai mendidih dan aromanya keluar, atau dengan merebus bumbu kaldu instan dengan air mendidih.
  3. Tumis (gongso) bawang putih, bawang merah diatas wajan dengan sedikit minyak. Biarkan diatas wajan sampai salah satu sisinya sedikit gosong. Angkat, lalu haluskan (ulek) dengan sedikit garam dan merica.
  4. Masukkan bumbu yang telah dihaluskan ke air kaldu dan biarkan sampai mendidih. Cicipilah kuah tersebut, lalu tambahkan garam, merica ataupun sedikit gula sesuai selera. Rasa kuah yang  standar adalah asin yang pas dan sedikit rasa manis dan apabila suka, dengan aroma pedas merica.
  5. Setelah kuah dirasa cukup enak, masukkan sayuran dengan urutan yang paling lama matang terlebih dulu, dan yang cepat matang masukkan terakhir.
  6. Jangan rebus sayuran terlalu lama, cukup sampai sebatas agak matang saja, karena air kuah yang panas juga akan membuat sayuran lebih matang.
  7. Setelah sayuran agak matang, masukkan irisan daun bawang, tomat, macaroni dan sosis. Biarkan sebentar sampai air kuah mendidih, lalu matikan kompor.
  8. Terakhir, taburkan irisan seledri dan bawang goreng apabila ada. Sup Sayur siap disajikan.

Tips:

  1. Perbandingan jumlah bawang putih dan bawang merah yang digunakan adalah 2:1, dengan asumsi ukuran keduanya sama. Sesuaikan komposisi bumbu dengan isi sup.
  2. Sayuran dan isi sup dapat bervariasi, sesuai selera dan bahan yang ada.
  3. Untuk mempercantik tampilan sup, pilihlah isi dengan komposisi warna yang menarik, misalnya merah (dari wortel), hijau (dari brokoli), putih (dari macaroni), dan lain sebagainya.
  4. Pastikan komposisi yang seimbang antara kaldu, sayuran dan isi sup. Tidak ada takaran yang rigid mengenai hal ini. Use your feeling.
  5. Gunakan air kaldu yang baik. Cirinya, air kaldu tersebut ber warna bening dan aromanya keluar.
  6. Apabila kehabisan bawang putih atau bawang merah, dapat diganti dengan irisan bawang bombay. Cara memasaknya: tumis irisan bawang bombay hingga harum lalu langsung masukkan ke air kaldu tanpa dihaluskan.

===========================

PERKEDEL KENTANG

Perkedel kentang sangat pas dinikmati dengan sup sayur. Cara membuatnya mudah, tapi perlu waktu.

Bahan dan Bumbu

–          Kentang yang sudah dikupas

–          potong bentuk dadu

–          Daging ayam (disuwir kecil-kecil)

–          Daun Bawang (dirajang keci-kecil)

–          Telur (1 butir)

–          Bawang Putih

–          Bawang Merah

–          Garam

–          Merica Bubuk

Cara Membuat

  1. Goreng kentang yang sudah dikupas dalam minyak panas sampai empuk. Sementara kentang digoreng, haluskan bawang putih dan bawang merah lalu tambahkan garam dan merica secukupnya. Sisihkan.
  2. Setelah kentang empuk, angkat dan tiriskan sebentar. Haluskan kentang dan masukkan bumbu yang sudah dihaluskan.
  3. Tambahkan irisan daun bawang, daging ayam dan campurkan hingga merata. Bentuk adonan menjadi bulat-bulat kecil.
  4. Kocok telur. Celupkan adonan yang sudah berbentuk bulatan kecil ke dalam kocokan telur lalu goreng dalam minyak panas sampai warnanya kuning kecoklatan.

Tips

  1. Perbandingan jumlah bawang putih dan bawang merah yang digunakan adalah 1:1, dengan asumsi ukuran keduanya sama. Sesuaikan komposisi bumbu dengan jumlah kentang.
  2. Daging ayam dapat divariasikan dengan kornet.

===========================================================

2nd day…

===========================================================

SAYUR TAUGE



Terinspirasi dari salah satu makanan khas Jawa Timur, Lontong Mi, saya mencoba membuatnya dengan sedikit variasi. Karena dimakan pada saat Sahur, maka sebaiknya tidak dimakan dengan lontong ataupun mi, tapi dengan nasi. Salah satu bahan penting dalam membuat Lontong Mi adalah petis udang yang enak, yang sangat banyak ditemukan di Surabaya. Mengingat agak sulit menemukannya di Jakarta, maka disini saya tidak menggunakan petis udang.

Bahan dan Bumbu

–          Tauge

–          Kecap

–          Cabe kecil

–          biarkan utuh Irisan Seledri

–          Bawang goreng untuk taburan

–          Udang ukuran sedang yang masih belum dibersihkan

–          Tahu Goreng secukupnya potong kecil-kecil

–          Bawang Putih

–          Bawang Merah

–          Garam

–          Gula

Cara Membuat

  1. Buat kaldu udang terlebih dulu. Caranya, bersihkan udang dari kepala dan ekornya. Hati-hati melakukannya karena seringkali bagian tersebut agak tajam. Pastikan kepala dan ekor terlepas dengan benar, dan bentuk udang tetap utuh. Cucilah kepala dan ekornya sampai bersih, lalu rebus dengan sejumlah air, tidak perlu terlalu banyak, secukupnya saja. Biarkan sampai mendidih. Setelah mendidih, saring kaldu tersebut. Sisihkan.
  2. Goreng kering kepala dan ekor udang bekas rebusan kaldu. Haluskan, lalu sisihkan. Rendam udang dalam air bawang dan garam secukupnya. Sisihkan
  3. Tumis (gongso) bawang putih, bawang merah diatas wajan dengan sedikit minyak. Biarkan diatas wajan sampai salah satu sisinya sedikit gosong. Angkat, lalu haluskan (ulek) dengan sedikit garam.
  4. Jerang sejumlah air, secukupnya saja, untuk bahan kuah. Tambahkan kepala dan ekor udang yang sudah dihaluskan, biarkan sampai mendidih, lalu saring kuahnya.
  5. Jerang lagi kuah tersebut, tambahkan kaldu udang dan bumbu yang sudah dihaluskan. Masukkan tauge dan cabe kecil. Tambahkan irisan seledri, kecap, sedikit gula dan garam sesuai selera. Biarkan sampai tauge matang. Sisihkan. Rasa kuah yang standar adalah asin dan sedikit manis.
  6. Sementara menunggu tauge matang, goreng udang sampai matang. Sisihkan.
  7. Untuk variasi, dapat dibuat udang goreng tepung, dengan tepung bumbu instan.
  8. Taburi sayur tauge dengan bawang goreng. Sajikan sayur tauge dengan tahu dan udang goreng.

Tips

  1. Perbandingan jumlah bawang putih dan bawang merah yang digunakan adalah 1:1, dengan asumsi ukuran keduanya sama. Sesuaikan komposisi bumbu dengan jumlah kuah.
  2. Untuk lontong mi: tambahkan ulekan petis udang, cabe kecil dan bawang goreng pada kuahnya, dan sajikan dengan mi kuning dan lontong.

===========================================================

3rd day…

===========================================================

ASAM-ASAM BUNCIS JAGUNG MUDA


Bahan dan Bumbu

–          Buncis

–          Jagung Muda

–          Bawang Putih

–          Bawang Merah

–          Lengkuas (sebesar ibu jari, memarkan)

–          Asam (secukupnya)

–          Garam

–          Gula

–          Kecap

–          Cabe kecil biarkan utuh

–          Bawang goreng untuk taburan

–          Kaldu Ayam/Sapi atau Bumbu Kaldu Instan

Cara Membuat

  1. Potong-potong buncis dan jagung muda, dengan ukuran sekitar 3 cm. Sisihkan.
  2. Buat air asam. Caranya, rebus air dengan asam dan biarkan mendidih. Saring lalu sisihkan.
  3. Tumis (gongso) bawang putih, bawang merah diatas wajan dengan sedikit minyak. Biarkan diatas wajan sampai salah satu sisinya sedikit gosong. Angkat, lalu haluskan (ulek) dengan sedikit garam.
  4. Jerang air kaldu, tambahkan air secukupnya, air asam yang sudah disaring lalu masukkan bumbu yang sudah dihaluskan dan lengkuas yang sudah dimemarkan. Tambahkan kecap, sedikit gula dan garam sesuai selera. Rasa kuah yang standar adalah asin, dengan sedikit asam.
  5. Masukkan buncis terlebih dulu sampai setengah matang, lalu masukkan jagung muda. Biarkan sampai matang. Sajikan dengan taburan bawang goreng.

Tip

  1. Perbandingan jumlah bawang putih dan bawang merah yang digunakan adalah 1:1, dengan asumsi ukuran keduanya sama. Sesuaikan komposisi bumbu dengan jumlah kuah.
  2. Sebagai variasi, dapat juga ditambahkan irisan daging, atau menggunakan bahan sayur yang lain.
  3. Asam-asam ini enak disantap dengan ayam goreng atau empal.

OTE OTE


Ini adalah salah satu makanan khas Surabaya, banyak ditemukan di tukang jual gorengan di pinggir jalan. Di Jakarta, makanan sejenis ini dikenal dengan nama bakwan, sementara kalau di Bandung, namanya bala-bala. Komposisi bahannya kurang lebih sama, tapi ada tambahan tauge dan udang untuk adonan ote-ote.

Bahan dan Bumbu

–          150 gram Tauge

–          1 buah Wortel ukuran besar, atau 2 buah wortel ukuran sedang

–          Udang yang sudah dibersihkan (sejumlah ote-ote yang ingin dibuat)

–          Adonan :  150 gram Tepung Terigu

–          100 gram Tepung Beras

–          1 sdm* Tepung Maizena

–          200 ml Santan Cair

–          100 ml Kaldu Udang (cara membuatnya sama seperti yang dijelaskan di resep Sayur Tauge)

–          2 buah Telur

–          kocok lepas

–          1 sdt** Soda Kue

–          1 sdt Garam (atau sesuai selera)

–          ½ sdt Merica Bubuk (atau sesuai selera)

Cara Membuat

  1. Potong wortel dengan irisan tipis memanjang (bentuk korek api), sekitar 2-3 cm.
  2. Campurkan semua bahan adonan dan aduk merata sampai tepung tidak menggumpal. Masukkan tauge dan irisan wortel.
  3. Panaskan minyak diatas wajan. Konsep gorengannya deep-fry, jadi gunakan minyak yang cukup untuk merendam gorengan.
  4. Gunakan sendok sup/sendok sayur untuk menyendok adonan ote-ote, masukkan ke dalam minyak panas, dan tambahkan sepotong udang diatas setiap ote-ote. Goreng sampai kedua sisinya kering, dan berwarna kuning kecoklatan. Lakukan sampai adonan habis.
  5. Sajikan dengan cabe hijau dan petis udang yang sudah diencerkan dengan sedikit air (apabila suka).

*sdm: sendok makan

**sdt: sendok teh

 
4 Comments

Posted by on 13 August 2010 in Sekdilutivities

 

4 responses to “30 Days, 30 Recipes…

  1. alfan

    13 August 2010 at 16:16

    makanan gari emang enak banget! makasih yah

     
  2. shohib

    14 August 2010 at 09:40

    wow! keren..! salut buat gari..semoga ada ‘trickle down effect’ yg nyampe ke teratai 3..:D

     
  3. Firma

    16 August 2010 at 20:48

    So far, menu Gari ajaib buat buku resep gw! Surabayan tenan! 4 thumbs up Gari! Keep cookin!

     
  4. regia

    17 August 2010 at 15:45

    gari terima delivery gaaaakkk?? 🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: